Nada

Alunan nada tanpa kata
Kembali menggema
Menembus relung jiwa
Segala kata segala dusta luluh dihadapannya
Menyerpih tak bersisa
Tak ada dayaku membungakam
Seperti Nafas yang senantiasa berhembus
Seperti itulah alanan nada itu bersuara
Huusst..
Tidak kah kau mendengarnya? Heningkan diri
Mari kita nikmati
Alunan nada tanpa kata Yang mewakili semua
Segala rasa.
Dipublikasi di puisi, Sastra | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Masihkah kau Temukan?

Masihkah kau temukan manusiamu disudut ruang itu?

Jika kau masih mencabik mereka

Hanya untuk meminum darahnya

Dan kau bagikan bagi bunga dan burung-burung yang kehausan

 

Masihkah kau temukan manusiamu disudut ruang itu?

Jika kau masih merengek meminta nyawa

Yang akan kau bagikan pada

Boneka

 

Masihkah kau temukan manusiamu disudut ruang itu?

Jika tetes airmata tak mampu

Menggantikan hausmu akan darah

Dipublikasi di puisi, Sastra | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Merajut dalam Pertapaan

Merajut helai demi helai

Untuk berdiam

Redam kerakusan

 

Merajut halai demi helai

Untuk memulai

Hingga sayap-sayap sempurna

Dan mereka tersenyum

Saat keluar dari pertapaan

Dipublikasi di puisi, Sastra | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Kepingan Puzzle yang Hilang

oleh Galuh Budi Hadaning pada 18 Agustus 2012 pukul 22:34 ·

Selepas bangun tidur seorang gadis kecil menghampiri kotak tempat mainannya terkumpul. Satu rutinitas yang selalu dilakukan seminggu ini, tepat setelah mendapatkan mainan puzzle dari bundanya, sebagai hadiah karena  juara kelas waktu kenaikan kelas kemarin. Ia sangat senang dengan gambar putri yang tersenyum indahnya dan kuda putih bersayap, pegasus, mereka biasa menyebutnya.

      Namun pagi itu ada yang berbeda. Ia baru sadar ada kepingan puzzle yang hilang setelah setelah ia menyusunnya. Entah terselip dimana, yang jelas ia telah membongkar seisi kotak untuk mencari kepingan puzzle yang hilang.

       Dengan langkah yang berat ia menghampiri sang bunda. ” Bunda… bunda keping puzzleku ada yang hilang, apa bunda tahu dimana?” dengan airmata yang siap meluncur keluar. “Ehm… bunda tidak tahu sayang. Mungkin terselip atau jatuh. Sudah jangan sedih, nanti bunda bantu cari, tapi klo masih tidak ada, besok bunda belikan lagi”, jawab sang bunda berusaha menenangkan.

      Mulailah aksi mereka dalam mencari puzzle, namun tetap tidak ditemukan dimanapun. “Hiks… hiks… hiks… bunda, puzzleku tidak lengkap” ucap sang anak yang tak mampu lagi menahan tangisnya. “Iya sayang, jangan sedih, besok kita beli yang baru, bagimana?”, bujuk sang bunda.  “Tapi tidak sama bunda, nanti putrinya tidak bisa tersenyum lagi, meski kita beli yang baru, tetap tidak sama bunda, putri ini tetap kehilangan senyumnya, puzzle ini tetap tidak lengkap”, dengan segenap kekuatan ia menjelaskan, kemudian menangis lagi. Mendengar penjelasan putri kecilnya ia pun terharu dan memeluknya.

Dipublikasi di Dunia Anak, Sastra | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Sesak itu tiba-tiba menyeruak entah dengan apa

Bagai kabut yang turun di perulaan hari

Hingga aku tersungkur

 

Bunga-bunga yang ku petik di taman sore itu

Ku letakkan di ruang hatiku

Kini durinya semakin tajam

Menikam

Menikam aku yang menanam

 

Tawa dan tangis kini tak ada beda

Karena setiap tetes air mata telah melebur bersama gelak tawa

Jika ada yang masuk ke dalam hatiku

Mereka kan temukan labirin yang tercipta dari bunga yang ku tanam

Terperangkap

Lenyap bersama cahaya yang bersembunyi di balik bumi

Dipublikasi di puisi, Sastra | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Angin, Ombak dan Karang

Lihatlah..
Aku tidak hanya karang yang kuat dalam terjangan ombak.
Bahkan
Kini akulah angin yang menari bersama ombak.
Membentuk tarian terindah
Menguatkan ombak-ombak
Mengantarkan para nelayan mencari ikannya.

Dipublikasi di puisi, Sastra | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Entah

Entah apa yang harus ku perbuat.
Jalan ini begitu berkabut.
Mungkin aku terbangun terlalu pagi?
Mungkin matahari yang datang terlambat?
Atau mungkin ini sudah malam?

Entahlah.
Segala suara
Segala rupa tak tampak dalam kabut semesta.

Dipublikasi di puisi, Sastra | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar